PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Ø Penduduk
![]() |
| ekigunawan23.blogspot.com |
Dalam arti sederhana, penduduk adalah sekelompok orang
yang tinggal atau menempati suatu wilayah tertentu.
Pengertian penduduk tercantum dalam UUD 1945 Pasal 26
ayat 2, yang berbunyi:
“Penduduk Indonesia adalah Warga Negara Indonesia dan
Warga Negara Asing yang bertempat tinggal di Indonesia”.
Kemudian pengertian penduduk secara umum adalah semua
orang yang berdomisili di wilayah geografis suatu negara selama jangka waktu
tertentu serta sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh
peraturan negara.
Di Indonesia sendiri,
seseorang atau kelompok bisa dikatakan penduduk jika sudah tinggal atau menetap
di wilayah Indonesia selama kurang lebih enam bulan dan atau mereka yang
berdomisili kurang dari enam bulan tetapi memiliki tujuan untuk menetap.
Oleh karena
itu, penduduk bisa dibedakan menjadi dua bagian:
Pertama, adalah
penduduk Indonesia yang umumnya adalah orang Indonesia asli serta berstatus
sebagai Warga Negara Indonesia.
Kedua, adalah
penduduk yang bukan Warga Negara Indonesia, pada umumnya berasal dari luar
negeri (Warga Negara Asing) atau yang sering kita sebut sebagai orang asing.
Kemudian untuk menjadi penduduk Indonesia, orang asing tersebut harus mendaftar
dulu untuk tinggal di Indonesia menurut perundang-undangan yang berlaku.
Konsep penduduk
di Indonesia menurut Badan Kependudukan dan Catatan Sipil, penduduk adalah
orang atau kelompok yang memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan atau memiliki
KK (Kartu Keluarga).
Seseorang atau kelompok yang tinggal di dalam wilayah negara Indonesia
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
- Penduduk
Pengertian penduduk adalah orang orang yang berdomisili atau bertempat
tinggal tetap di wilayah negara Indonesia, yang dapat dibedakan menjadi Warga
Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).
- Bukan
Penduduk
Pengertian bukan penduduk adalah orang orang yang tinggal dalam wilayah
negara Indonesia yang hanya bersifat sementara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi).
Contohnya yaitu turis.
Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk
adalah suatu perubahan populasi yang terjadi sewaktu-waktu dan bisa dihitung
sebagai perubahan dalam jumlah individu atau dalam sebuah populasi menggunakan
satuan “per waktu unit” untuk pengukuran.
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk.
Pertama,
fertilitas atau kelahiran, yaitu berkaitan dengan peranan kelahiran pada
perubahan penduduk. Kelahiran seorang anak akan menambah jumlah penduduk suatu
daerah.
Kedua,
mortalitas atau kematian, yaitu salah satu di antara tiga komponen demografi
yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Kematian seorang individu akan
mengurangi jumlah penduduk suatu daerah.
Ketiga,
migrasi, yaitu perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat tinggal ke tempat tinggal lain. Migrasi bisa terjadi melampaui batas
negara atau pun batas administratif (batas bagian dalam suatu negara). Migrasi
ini sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen (menetap) dari
suatu daerah ke daerah lain.
Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Indonesia
memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, setiap tahunnya jumlah penduduk
Indonesia terus bertambah.
Dengan
pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka hal ini mendorong negara Indonesia agar
terus giat dan gencar meningkatkan kualitas penduduk.
Salah satu cara
yang paling cocok dan paling strategis untuk meningkatkan kualitas penduduk
Indonesia adalah peningkatan dalam bidang pendidikan.
Sensus penduduk di
Indonesia pertama kali diadakan pada tahun 1930, pada saat itu masih berada di
bawah penjajahan Belanda, jumlah penduduk nusantara hanya berjumlah 60,7 juta
jiwa.
Setelah
Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia juga mengadakan sensus penduduk pertama
setelah Indonesia merdeka yaitu pada tahun 1961. Hasil sensus penduduk tahun
1961 yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa jumlah
penduduk Indonesia sebanyak 97,1 juta jiwa.
Sensus penduduk
kedua dilaksanakan oleh pemerintah pada tahun 1971. Hasil sensus penduduk tahun
1971 tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta
jiwa.
Kemudian
pemerintah melaksanakan sensus penduduk yang ketiga yaitu pada tahun 1980,
hasilnya menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak 146,9 juta jiwa.
Sensus penduduk
keempat dilaksanakan pada tahun 1990, sensus ini menunjukkan bahwa jumlah
penduduk Indonesia sebanyak 178,6 juta jiwa.
Sensus penduduk ke lima lakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2000,
hasil sensus saat itu menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak
205,1 juta jiwa.
Sensus penduduk
yang terbaru yaitu sensus penduduk keenam dilaksanakan pada tahun 2010,
hasilnya menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237,6 juta jiwa.
Dari hasil
pencatatan data sensus yang dilakukan pemerintah mulai 1961 hingga yang terbaru
tahun 2010 menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun.
Jumlah penduduk
Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1980 sebanyak
28.282.069 jiwa (23,72%).
Secara keseluruhan
rata-rata kenaikan jumlah penduduk setiap 10 tahun hampir mencapai 20%.
Jumlah penduduk
Indonesia pada tahun 2010 tercatat sebanyak 237,6 juta jiwa dengan laju
pertumbuhan sebesar 1,49%.
Jika laju
pertumbuhan penduduk tersebut dianggap tetap pada angka 1,49% pertahunnya, maka
bisa diperkirakan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 mencapai 450
juta jiwa.
Pertumbuhan
penduduk yang terjadi pada tahun tersebut jauh lebih tinggi dibanding
pertumbuhan penduduk yang ideal untuk Indonesia yaitu sebesar 0,5%.
Berkaitan
dengan keadaan jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia jika dibandingkan
dengan keadaan penduduk di negara-negara lain, maka Indonesia masih masuk
posisi 5 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.
Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh dunia, menempati wilayah dan
alam serta geografis tertentu. Menurut data yang dihimpun dari Biro Statistik
masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia berdasarkan jumlah penduduknya
diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan terakhir Oceania. Asia
mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar orang. Kemudian disusul
Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika dengan sekitar 950 juta
orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan sekitar 700 juta dan 35
juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di masing-masing benua ini, estimasi
jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah
yang lumayan signifikan menghitung pada tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5
Milyar orang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk atau
faktor-faktor demografi antara lain yaitu; struktur umur, struktur perkawinan,
paritas, disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dll.
Angka Kematian Kasar atau Crude Death
Rate adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per
1000 penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu.
Adapun rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah kematian penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada
pertengahan tahun tententu X 1000 orang (bilangan konstan)
Angka Kematian Khusus atau Age Spesific
Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000
penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung
angka kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah
penduduk umur tententu dalam satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)
Migrasi juga merupakan salah satu
faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu.
Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan
tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah perpindahan
penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi terdiri dari
Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional adalah
perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati batas
teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah jenis-jenis
migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah perpindahan internal
atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam lingkup suatu negara
tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain salah satunya adalah
Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh dari migrasi.
Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi kepadatan
penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri dari
wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat
kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu
sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk
mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di
Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke
Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak,
akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya perekonomian
wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf hidup masyarakat
penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang berdampak pada
pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun, menghormati, dan
menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling menguntungkan satu
sama lain.
Struktur penduduk suatu negara biasanya
menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya.
Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara lain:
a. Penduduk
muda : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda
dengan kisaran umur 0-14 tahun
b. Penduduk
dewasa : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya
dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun
c. Penduduk tua : Apabila suatu bagian
negara atau negara itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran umur 65
tahun ke atas
Piramida Penduduk
Piramida penduduk biasanya menampilkan
dan menyajikan data penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut
struktur penduduk yaitu umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram
batang Keterangan umur disusun secara verikal dengan garis/batang
secara horizontal dengan angka sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur
tersebut. Keterangan jenis kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di
sebelah kanan. Piramida Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya, antara lain:
Piramida berbentuk segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang tawon (batu
nisan), dan Piramida berbentuk segi empat.
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka
perbandingan yang manampilkan beban besar tanggungan dari kelompok usia
produktif yaitu penduduk dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun. Kelompok usia
produktif inilah yang juga menanggung kelompok usia muda ( 0-14 tahun ) dan
kelompok usia tua (65 tahun ke atas). Semakin besar rasio ketergantungan
kelompok usia non produktif terhadap kelompok usia produktif, semakin besar
pula beban yang ditanggung kelompok usia produktif. Sebagai contoh rasio
ketergantungan suatu negara 75. Berarti 100 orang dari kelompok usia produktif
menanggung biaya dan beban hidup 75 orang dari kelompok usia non produktif.
Akibat dari rasio ketergantungan yang besar maka beberapa dampaknya antara
lain:
a. Menjadikan
pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
b. Pendapatan
perkapita daerah menjadi rendah atau turun.
c. Daya masyarakat untuk menabung berkurang
atau rendah.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Perkembangan budaya selalu terjadi di
setiap bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan
seiring pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara
menunjukkan adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara.
Perkembangan budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan
data dan bukti yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan
perkembangan. Baik masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya
tradisi dan budaya asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang
tumbuh sejak jaman dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia.
Kemajuan ilmy teknologi dan informasi juga merupakan faktor penting dalam
perkembangan budaya di Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang,
informasi dan komunikasi berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik
melalui internet, sosial media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK inilah
yang seharusnya dapat kita waspadai apabila budaya asli kita orang Indonesia
bakal tergerus dengan budaya bangsa asing yang terus menerus datang seiring
berjalannya waktu. Kita pun harus segera bisa untuk mengantisipasi dan
menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya asli kita orang Indonesia.
Karena apabila kebudayaan kita yang telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri
hilang tergerus budaya asing, maka hilanglah pula identitas bangsa Indonesia
sebagai bangsa dengan seribu etnik dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya
marilah kita tetap menyanjung, melestarikan, mempelajari, mengamalkan,
menghargai agar tetap dikenal bangsa orang lain dan tetap terjaga
kelestariannya.
Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga
jaman dahulu oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha,
dan Islam yang pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran
dan perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain
seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan
struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai
sekarang.
Kebudayaan Hindu-Buddha
Unsur Hindu-Buddha di Indonesia sampai
sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih adanya patung-patung dewa Brahma,
Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan juga sangat dominan sebagai
warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Kebudayaan Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan salah satu
peninggalan di Indonesia yang cukup dominan, seperti masjid-masjid dan tatanan
hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih berkembang daripada ajaran
Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal kasta/tingkatan.
KEBUDAYAAN BARAT
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK
memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada
jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang
berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur
dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk
mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali
hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke
generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk
mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat
sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak
orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita
sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan
asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya
setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah
bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta
berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita
sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya
asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti memang
perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu
itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita
punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat
Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang
sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau
meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep
dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke
Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek
positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
a. Industry
Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri
transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi
lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan
menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan
mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia
b. Perubahan Pola
Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat
seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional
menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna
menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk
kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
c. Kemajuan
IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat
menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam
teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan
memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga
dampak negatifnya antara lain:
a. Adanya
kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah
merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan
orang lain dalam kehidupannya.
b. Banyak barang
impor di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam
pasar Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan
kurang banyak yang membeli.
DAFTAR PUSTAKA
https://ekspektasia.com/pengertian-penduduk/
http://dhandydhandy.blogspot.co.id/2012/10/ilmu-sosial-dasar-penduduk-masyarakat.html



Komentar
Posting Komentar